5 Elemen Kunci Dimensi Beriman Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berahlak Mulia

Daftar Isi

Perlu sobat kepala sekolah ketahui, bahwa Dimensi beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa dan berahlak mulia memiliki 5 elemen kunci. Nah apa saja elemen kunci tersebut, yuk kita simak penjelasa lengkapnya dibawah ini.

Pelajar Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa.  Ia memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman  tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Ada lima elemen kunci beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia: (a) akhlak beragama; (b) akhlak pribadi; (c) akhlak kepada manusia; (d) akhlak kepada alam; dan (e) akhlak bernegara.

a. Akhlak beragama

Pelajar Pancasila mengenal sifat-sifat Tuhan dan menghayati bahwa inti dari sifat-sifat-Nya adalah kasih dan sayang. Ia juga sadar bahwa dirinya adalah makhluk  yang mendapatkan amanah dari Tuhan sebagai pemimpin di muka bumi yang  mempunyai tanggung jawab untuk mengasihi dan menyayangi dirinya, sesama  manusia dan alam, serta menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Pelajar  Pancasila senantiasa menghayati dan mencerminkan sifat-sifat Ilahi tersebut dalam  perilakunya di kehidupan sehari-hari. Penghayatan atas sifat-sifat Tuhan ini juga  menjadi landasan dalam pelaksanaan ritual ibadah atau sembahyang sepanjang  hayat. Pelajar Pancasila juga aktif mengikuti acara-acara keagamaan dan ia terus  mengeksplorasi guna memahami secara mendalam ajaran, simbol, kesakralan,  struktur keagamaan, sejarah, tokoh penting dalam agama dan kepercayaannya  serta kontribusi hal-hal tersebut bagi peradaban dunia.

b. Akhlak pribadi

Akhlak yang mulia diwujudkan dalam rasa sayang dan perhatian pelajar kepada  dirinya sendiri. Ia menyadari bahwa menjaga kesejahteraan dirinya penting  dilakukan bersamaan dengan menjaga orang lain dan merawat lingkungan  sekitarnya. Rasa sayang, peduli, hormat, dan menghargai diri sendiri terwujud dalam  sikap integritas, yakni menampilkan tindakan yang konsisten dengan apa yang  dikatakan dan dipikirkan. Karena menjaga kehormatan dirinya, Pelajar Pancasila  bersikap jujur, adil, rendah hati, bersikap serta berperilaku dengan penuh hormat.  Ia selalu berupaya mengembangkan dan mengintrospeksi diri agar menjadi pribadi  yang lebih baik setiap harinya. Sebagai wujud merawat dirinya, Pelajar Pancasila juga senantiasa menjaga kesehatan fisik, mental,  dan spiritualnya dengan aktivitas olahraga, aktivitas sosial, dan aktivitas ibadah  sesuai dengan agama dan kepercayaan masing- masing. Karena karakternya ini,  ia menjadi orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan  pekerjaan, serta berkomitmen untuk setia pada ajaran agama dan kepercayaannya  serta nilai-nilai kemanusiaan.

c. Akhlak kepada manusia


Sebagai anggota masyarakat, Pelajar Pancasila menyadari bahwa semua manusia  setara di hadapan Tuhan. Akhlak mulianya bukan hanya tercermin dalam rasa  sayangnya pada diri sendiri tetapi juga dalam budi luhurnya pada sesama manusia.  Dengan demikian ia mengutamakan persamaan dan kemanusiaan di atas perbedaan  serta menghargai perbedaan yang ada dengan orang lain. Pelajar Pancasila  mengidentifikasi persamaan dan menjadikannya sebagai pemersatu ketika ada  perdebatan atau konflik. Ia juga mendengarkan dengan baik pendapat yang  berbeda dari pendapatnya, menghargainya, dan menganalisisnya secara kritis tanpa  memaksakan pendapatnya sendiri. Pelajar Pancasila adalah pelajar yang moderat  dalam beragama. Ia menghindari pemahaman keagamaan dan kepercayaan  yang eksklusif dan ekstrim, sehingga ia menolak prasangka buruk, diskriminasi,  intoleransi, dan kekerasan terhadap sesama manusia baik karena perbedaan  ras, kepercayaan, maupun agama. Pelajar Pancasila bersusila, bertoleransi dan  menghormati penganut agama dan kepercayaan lain. Ia menjaga kerukunan hidup  sesama umat beragama, menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai  dengan agama dan kepercayaannya masing-masing, tidak memberikan label  negatif pada penganut agama dan kepercayaan lain dalam bentuk apapun, serta  tidak memaksakan agama dan kepercayaannya kepada orang lain. Pelajar Pancasila  juga senantiasa berempati, peduli, murah hati dan welas asih kepada orang lain,  terutama mereka yang lemah atau tertindas. Dengan demikian, ia selalu berupaya  aktif menolong orang-orang yang membutuhkan dan mencarikan solusi terbaik  untuk mendukung keberlangsungan kehidupan mereka. Pelajar Pancasila juga  senantiasa mengapresiasi kelebihan orang lain dan mendukung mereka dalam  mengembangkan kelebihan itu.

d. Akhlak kepada alam


Sebagai bagian dari lingkungan, Pelajar Pancasila mengejawantahkan akhlak  mulianya dalam tanggung jawab, rasa sayang, dan peduli terhadap lingkungan  alam sekitar. Pelajar Pancasila menyadari bahwa dirinya adalah salah satu di antara bagian-bagian dari ekosistem bumi yang saling mempengaruhi. Ia juga  menyadari bahwa sebagai manusia, ia mengemban tugas dalam menjaga dan 
melestarikan alam sebagai ciptaan Tuhan. Hal tersebut membuatnya menyadari  pentingnya merawat lingkungan sekitar sehingga ia menjaga agar alam tetap layak  dihuni oleh seluruh makhluk hidup saat ini maupun generasi mendatang. Ia tidak merusak atau menyalahgunakan lingkungan alam, serta mengambil peran untuk  menghentikan perilaku yang merusak dan menyalahgunakan lingkungan alam. 
Pelajar Pancasila juga senantiasa reflektif, memikirkan, dan membangun kesadaran  tentang konsekuensi atau dampak dari perilakunya terhadap lingkungan alam.  Kesadarannya ini menjadi dasar untuk membiasakan diri menerapkan gaya hidup  peduli lingkungan, sehingga ia secara aktif berkontribusi untuk menjaga kelestarian  lingkungan.

e. Akhlak bernegara


Pelajar Pancasila memahami serta menunaikan hak dan kewajibannya sebagai  warga negara yang baik serta menyadari perannya sebagai warga negara. Ia  menempatkan kemanusiaan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa  dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Akhlak  pribadinya mendorong Pelajar Pancasila untuk peduli dan membantu sesama,  untuk bergotong-royong. Ia juga mengutamakan musyawarah dalam mengambil  keputusan untuk kepentingan bersama, sebagai dampak dari akhlak pribadinya dan  juga akhlaknya terhadap sesama. Keimanan dan ketakwaannya juga mendorongnya  untuk aktif menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagai  wujud cinta yang dimilikinya untuk negara.

. Alur Perkembangan Dimensi Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia